Kami menyediakan jasa sablon kaos dari bahan PE, Lacos, Cardet, dan Cotton Combed atau sejenisnya dengan menggunakan Rubber atau Plastisol.
  1. Cotton Bamboo
  2. Bahan kain bermaterial kapas dan serat bambu, memiliki tekstur yang halus, ringan, daya serap keringat lebih tinggi dibanding cotton combed, anti bakterial, bahannya adem banget jika dikenakan. Namun sayangnya, bahan bakunya sedikit lebih tipis dan mahal jika dibandingkan dengan cotton combed.
  3. 100% Cotton Carded 
  4. Bahan cotton carded memiliki beberapa jenis diantaranya: 20s, 24s dan lain sebagaianya. Bahan ini memiliki teksture yang kurang halus, dan kurang rata namun tetap nyaman jika dipakai karena terbuat dari serat kapas alam. Biasanya banyak digunkaan untuk kaos kelas menengah, karena harga relatif bersahabat dibanding dengan cotton combed.
  5. 100% Cotton Combed 
  6. Bahan cotton combed memiliki beberapa jenis diantaranya: 20s, 24s, 30s, & 40s. Semakin besar angkanaya semakin halus dan tipis bahannya, dan harga juga mengikuti kualitas. Untuk jenis kaos distro biasanya memakai 20s dan 30s. Bahan ini memiliki tekstur rajutan yang lebih halus, rata.
  7. Polyester dan PE
  8. Jenis ini terbuat dari serat sintetis. Dan sifat bahan ini tidak bisa menyerap keringat, agak kasar dan juga tipis. Sehingga kadang-kadang jika dikenakan terasa panas atau gerah.

Dari ke empat jenis bahan kaos polos diatas, ada 2 jenis bahan kaos polos yang kadang kita masih sering salah, antara jenis bahan cotton carded dan 100% cotton combed. Sebenarnya semua jenis bahan kaos polos diminati, tergantung keperluan dari masing-masing orang. Namun disini yang paling banyak peminatnya adalah jenis Cotton Carded dan 100% Cotton Combed.













Dunia usaha semakin berkembang setiap detik. Dalam perkembangan itu, para pelaku usaha juga giat promo dan bersaing di pasar. Begitu pula dengan usaha Screen Printing. Semakin hari, semakin banyak hal baru yang bisa dikembangkan. Entah itu dari jenis kaos, tinta, monil, afdruk, teknik, dan lain-lain sehingga tidak monoton berputar dengan satu model kerja.

Melihat persaingan semakin memanas, pelaku usaha Screen Printing di Sulawesi Tenggara tidak ingin ada persaingan yang "TIDAK SEHAT". Kita memang bergelut dalam usaha yang sama, tapi kita percaya rejeki Allah SWT yang atur dan mengapa tidak kita bersaing secara sehat dan harmonis. Bukankah persahabatan lebih baik daripada permusuhan?

Itulah dasar terbentuknya Komunitas Pasablon Sulawesi Tenggara (FRAME). Kita terkumpul dari berbagai usaha (dalam dunia screen printing), suku, agama, budaya, dan tujuan, bergabung menjadi satu dan InsyaAllah menjadi mediasi kuat sesama pengusaha sablon.

Awal kami terbentuk tercetus di sebuah pulau indah di Sulawesi Tenggara bernama Pulau Bokori (Bokori Island).




13 Februari 2019, tepat di hari Rabu, Frame Sulawesi Tenggara berulang tahun. Ini sudah kali kedua perayaan komunitas yang dinaungi oleh berbagai pasablon di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara.

Dalam rangka memperingati Anniversary ini, penulis berhasil mewawancarai ketua FRAME Sultra yang dikomandoi salah seorang pssablon senior di Kota Kendari bernama Ryan Z. Beliau merupakan owner dari Baju Kendari Sablon Studio.

Berikut hasil kutipan wawancara yang berhasil saya rangkum:


Question:
Kapan pastinya FRAME Sultra terbentuk, dan bisa Anda ceritakan awal mula terbentuknya?
Answer:
2017 awal bulan dua berawal dari group Facebook bernama (Tukang Sablon Kendari) yang dibuat oleh Surya Fajri selaku owner dari dr. Sablon. Pertama hanya beberapa orang saja, mungkin kisaran 8 sampai 10 orang, itupun cuma anggota yang ada di daerah Kota Kendari. Kemudia muncul inisiatif dari salah satu anggota senior, Edi selaku owner dari IDEEDI Screen Printing untuk merangkul seluruh pelaku sablon yang ada di wilayah Sulawesi Tenggara pada umumnya. Kemudian FRAME mambuka diri dan mengajak teman-teman seprofesi ini untuk bergabung dan akhirnya bergabunglah satu persatu yang dari Unaaha (Konawe), Kolaka, dan Raha (Muna). Selang beberapa bulan, dengan masuknya anggota baru dari beberapa daerah, kami memutuskan untuk saling tatap muka (KOPDAR), yang hari tepatnya saya lupa tanggal berapa bertempat di Workshop IDEEDI, sang perintis awal. Pada hari itu, dengan kesepakatan bersama, kami mengganti nama Group menjadi "FRAME" agar kesan "TUKANG" hilang dari dunia sablon, karena yang kami yakini, pekerja sablon adalah pekerja SENI bukan "TUKANG", hehehe..

Question:
Sudah berapa anggota yang bergabung di FRAME Sultra?
Answer:
Sekarang alhamdulilah sudah 36 anggota yang tersebar di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara baik itu dari Unaaha, Raha, Kolaka, Konawe Selatan, Konawe Utara, dan Kota Kendari

Question:
Apa sih yang membuat FRAME Sultra tetap kuat sampai sekarang?
Answer:
Menurut saya karena Tujuan kami yang sama-sama ingin mengembangkan komunitas ini dan menjadikan komunitas ini sebagai media silaturahmi dan menjaga kekeluargaan antar sesama pasablon.

Question:
Sebagai orang yang memegang komando komunitas ini, apa harapan Anda kedepannya untuk FRAME Sultra?
Answer:
Harapan saya semoga anggota FRAME Sultra selalu diberi kesehatan, semua sukses, solid, tanpa ada perselisihan, yang pastinya FRAME Sultra mempunyai nama besar diluar Sultra, amiinnn...


Cotton Combed memiliki ciri-ciri atau sifat khusus yang cukup berbeda dibandingkan bahan lainnya, seperti:
  • Serat benang halus
  • Tekstur kain dan hasil rajutan cukup rata dan tidak berbulu
  • Nyaman untuk dipakai karena kainnya lembut dan halus 
  • Terasa sejuk dan tidak panas karena mampu menyerap keringat 
  • Tidak mudah kusut dan luntur 
  • Sangat mudah untuk proses sablon
Jenis bahan kain yang satu ini merupakan bahan yang didapatkan dari serat kapas, serat tersebut pun memiliki karakteristik benang yang lebih halus dibandingkan bahan lainnya, tidak berbulu, lebih rata dan hasil rajutannya pun lebih bagus. Cotton Combed pun memiliki beberapa jenis lagi dan diklasifikasikan berdasarkan ketebalannya, ada 20s, 24s, 30s dan 40s. Semakin besar angka dari jenis kainnya maka akan semakin tipis bahannya, dan harganya juga semakin mahal. Pada umumnya kaos yang dijual di distro clothing mamakai bahan 20s dan 30s, dan untuk jenis lainnya juga sering digunakan untuk kaos lainnya, seperti kaos khusus wanita atau pakaian dalam, jenis kaos tersebut juga disesuaikan dengan karakter bahannya.




Bahan cotton carded memiliki ciri yang khusus, seperti:
  • Serat benang kurang halus bahkan cenderung kasar dan kaku
  • Tekstur bahan dan hasil rajutan kurang rata
  • Terasa sejuk dan tidak panas karena mampu menyerap keringat
  • Tidak mudah kusut dan luntur
  • Mudah untuk proses penyablonan
Bahan yang satu ini hampir memiliki kesamaan dengan cotton combed, dimana memiliki beberapa jenis seperti 20s, 30s dan yang lainnya. Namun perbedaannya serat benang dalam cotton carded tidak terlalu halus. Hasil rajutan serta penampilan dari bahan yang satu ini kurang rata dan halus. BBiasanya cotton carded sering digunakan untuk kaos dengan target pasar kelas menengah, hal tersebut karena harga dari bahan ini lebih murah dibandingkan cotton combed. Meskipun bahannya cukup murah, kaos ini masih nyaman untuk digunakan karena terbuat dari serat kapas alam.


Jenis bahan visccose juga sering disebut dengan rayon, yang merupakan sebuah bahan serat sintesa celulosa organic (buatan manusia). Untuk tekstur, bahan ini hampir sama dengan tekstur kapas. Bahan kain yang satu ini juga memiliki kesan mewah, harganya juga cukup mahal sehingga jarang tersedia di pasaran. Viscose pada umumnya digunakan agar bisa menambah kenyamanan pada serat sintesis dan menambah kecerahan warna. Kelebihannya serat dari bahan ini tahan akan kelembaban yang cukup tinggi dan memiliki warna cemerlang serta lebih lembut dibandingkan kapas.